Minggu, 12 Juli 2015


STRATEGI AGAR KPR ANDA BISA DISETUJUI

Nah, melihat kriteria-kriteria tersebut, ada baiknya kalau Anda memiliki strategi khusus sebelum mengajukan Permohonan KPR kepada bank. Tujuannya agar Permohonan KPR Anda bisa diluluskan oleh pihak bank. Karena itu, ada tiga hal yang harus diperhatikan sebelum Anda mengajukan Permohonan KPR kepada bank:

Siapkan dokumen keuangan yang diperlukan:

Siapkan dokumen keuangan yang pasti (atau hampir pasti) akan diminta oleh pihak bank. Apa itu? Bila Anda adalah seorang karyawan yang bekerja di perusahaan, maka dokumen yang akan diminta oleh bank adalah:

a. Surat Keterangan Bekerja di Perusahaan (minimal Anda harus sudah bekerja di perusahaan tersebut selama 2 tahun)

b. Slip Gaji Asli

c. Catatan Rekening Bank (minimal selama 3 bulan terakhir)


Bila Anda adalah seorang wiraswastawan, maka dokumen yang akan diminta oleh bank adalah:

a. Daftar Pelanggan Anda (bila memungkinkan)

b. Daftar Pemasok Anda (bila usaha Anda bersifat usaha dagang)

c. Bukti Transaksi Keuangan Anda dengan Pelanggan (seperti bon atau faktur)

d. Catatan Rekening Bank (minimal selama 3 bulan terakhir)

e. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)

f. SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)  bila usaha Anda bersifat usaha dagang)

g. TDP (Tanda Daftar Perusahaan)


Bila Anda adalah seorang profesional, maka dokumen yang akan diminta oleh bank adalah:

a. Daftar Pelanggan atau klien Anda (bila memungkinkan)

b. Bukti Transaksi Keuangan Anda dengan Pelanggan (seperti bon atau faktur)

c. Catatan Rekening Bank (minimal selama 3 bulan terakhir)

d. NPWP

e. Surat Izin Praktek (untuk beberapa profesi tertentu)


Siapkan kelengkapan dokumen dari jaminan yang akan diajukan

Bila Anda membeli rumah secara kredit, maka rumah yang akan dibeli tersebut biasanya akan diminta oleh bank untuk dijaminkan kepada mereka. Ini berarti, apabila Anda tidak bisa meneruskan pembayaran cicilan KPR Anda (macet dan tidak ada penyelesaiannya), maka rumah itu akan disita oleh bank untuk mengganti sisa hutang yang belum Anda bayar.

Itulah sebabnya, adalah penting bagi bank untuk memeriksa lebih dulu kelengkapan dokumen dari rumah yang akan dijaminkan tersebut. Apa saja dokumen itu?

a. Sertifikat Tanah

b. Sertifikat IMB + Blue Print (cetak biru gambar rumah tersebut)

c. SPPT PBB Tahun terakhir


Dengan demikian, selama Anda membayar Cicilan KPR Anda, maka dokumen-dokumen tersebut akan disimpan oleh bank sampai cicilan KPR Anda lunas. Jadi, pastikan Anda mengecek terlebih dahulu kelengkapan dari dokumen-dokumen tersebut sebelum Anda mengajukan Permohonan KPR Anda kepada bank.

Perbaiki Penampilan Keuangan Anda

Anda juga perlu memperbaiki penampilan keuangan Anda agar bank bisa menangkap "kesan" yang baik terhadap keuangan Anda. Dengan memperbaiki penampilan keuangan Anda, maka akan makin besar kemungkinannya bahwa bank akan menerima permohonan KPR Anda. Karena itu, di bawah ini adalah sejumlah hal yang harus diperhatikan dalam memperbaiki penampilan keuangan Anda:

a. Perbaiki Catatan Rekening Bank yang Anda miliki.

Bila Anda bekerja sebagai karyawan, bank akan meminta slip gaji sebagai bukti bahwa Anda memang memiliki penghasilan sebesar jumlah tertentu setiap bulannya. Namun demikian, jangan lupa bahwa bank mungkin tidak akan percaya begitu saja kepada slip gaji tersebut. Bank biasanya masih akan meminta catatan rekening bank Anda (biasanya berupa laporan rekening koran atau buku tabungan) untuk membuktikan apakah memang benar ada uang masuk sejumlah nilai yang persis sama seperti apa yang tercantum dalam slip gaji Anda.

Sekarang, bila Anda biasa mendapatkan penghasilan secara tunai (bukan transfer), (entah apakah Anda bekerja sebagai karyawan, profesional, atau wiraswastawan) maka usahakan untuk menyetorkan penghasilan tersebut lebih dulu ke rekening Anda, sebelum Anda menggunakannya untuk membayar pengeluaran Anda sehari-hari. Dengan demikian, bank dapat membuktikan bahwa Anda memang memiliki penghasilan secara rutin sebesar minimal sekian rupiah setiap bulannya.

Dan, kalau bisa, usahakan agar catatan rekening bank tersebut menunjukkan adanya pemasukan sekitar minimal tiga sampai enam bulan terakhir penghasilan Anda.

b. Lancarkan pembayaran hutang Anda di tempat lain.

Kalau Anda punya hutang di tempat lain (seperti Hutang Kartu Kredit atau hutang kepada bank lain), usahakan agar pembayaran tagihannya tidak sampai macet. Sebagai informasi saja untuk Anda, bank bisa menganalisa dan mempunyai cara tersendiri dalam memperkirakan kondisi keuangan Anda yang sebenarnya, salah satunya adalah apakah Anda pernah macet atau tidak dalam membayar hutang di tempat lain. Jika diperkirakan bahwa Anda pernah macet dalam membayar hutang Anda di tempat lain, bisa-bisa permohonan kredit Anda akan ditolak karena bank takut hal yang sama bisa terulang kepada mereka. Jadi sekali lagi, lancarkan pembayaran hutang Anda di tempat lain.

Nah, sekarang bagaimana bila Anda ternyata pernah macet dalam membayar tagihan hutang di tempat lain? Kalau itu baru-baru saja terjadi, maka Anda sebaiknya menunda permohonan KPR Anda dan melancarkan dulu pembayaran hutang di tempat lain itu sampai dengan - paling tidak ­ duabelas bulan ke depan. Setelah duabelas bulan, baru ajukan lagi permohonan KPR Anda kepada bank, karena  walaupun Anda pernah punya tagihan macet di tempat lain, tapi  diharapkan kondisi keuangan Anda sudah baik kembali dalam duabelas bulan itu. Sekali lagi, bank bisa menganalisa dan mempunyai cara tersendiri untuk memperkirakan kondisi keuangan Anda yang sebenarnya, salah satunya adalah apakah baru-baru ini Anda pernah macet dalam membayar hutang di tempat lain.

c. Atur proporsi cicilan hutang Anda.

Perhatikan bahwa bank  mungkin - akan menolak Permohonan KPR Anda bila total cicilan hutang Anda (termasuk cicilan KPR Anda apabila diluluskan) adalah sebesar sepertiga (atau sekitar 33%) dari penghasilan Anda.

Sebagai contoh, bila penghasilan rutin Anda Rp 2 juta per bulan, lalu tiap bulan, Anda mencicil ini dan itu di tempat lain sebesar  sekitar  Rp 600 ribu setiap bulan. Ini berarti, total cicilan hutang Anda setiap bulan sudah memakan sekitar 30% dari penghasilan rutin Anda yang Rp 2 juta per bulan. Nah, andaikata permohonan KPR Anda diterima oleh bank dan Anda harus membayar tambahan cicilan KPR sebesar misalnya Rp 400 ribu sebulan, maka ini berarti total cicilan hutang Anda adalah Rp 1 juta (atau memakan porsi sekitar 50% dari Penghasilan Rutin Anda). Di sinilah bank mungkin akan menolak Permohonan KPR Anda.

Ini karena bank berpendapat bahwa bila total cicilan hutang Anda memakan porsi yang lebih besar daripada sepertiga penghasilan rutin Anda, maka bank "takut" bahwa Anda jadi kesulitan membayar pengeluaran rumah tangga Anda yang lain, sehingga  mungkin  akan tergoda untuk mengambil porsi yang seharusnya digunakan untuk membayar cicilan KPR. Buntutnya, ditakutkan cicilan KPR tidak bisa terbayar setiap bulannya karena uangnya dipakai untuk membayar pengeluaran rumah tangga.

Jadi bila pada saat ini Anda sudah punya Cicilan Hutang yang totalnya sudah mencapai 33% dari penghasilan rutin Anda, jangan harap permohonan KPR Anda bisa diterima. Kurangi dulu porsi cicilan hutang yang 33% tersebut, baru Anda bisa mengharapkan agar Permohonan KPR Anda bisa diterima. Sekali lagi, bagi bank, Cicilan semua hutang Anda, plus cicilan KPR Anda (apabila diluluskan), harus memakan porsi maksimal sebesar 1/3 atau 33% dari Penghasilan Rutin Anda.


JANGAN BELI PROPERTY SEBELUM BACA TIPS BERIKUT INI
Sebelum Anda membeli properti pastikan terlebih dahulu : 
- Lokasi properti tidak banjir 
- Akses ke lokasi juga tidak banjir 
- Usahakan untuk pilih lokasi yang dekat dengan tempat anda bekerja 
- Cek lingkungan sekitar perumahan
- Cek akses transportasi umum
- Cek fasilitas umum terdekat seperti : sekolah, tempat ibadah, tempat belanja, kantor polisi, pemadam kebakaran, dll
- Pastikan Anda membeli properti dari agent/pengembang yang reputasinya baik dan mempunyai track record yang bagus
- Pastikan bahwa pengembang/developer telah memperoleh semua perijinan yang dibutuhkan untuk membangun proyeknya


Selasa, 30 Juni 2015

TRIK MENGGAMBAR 3D DENGAN AUTOCAD


AUTOCAD 2007
3D Navigation
CAD Standard
Camera Adjusment
Dimension
Draw
Draw Order
Inquiry
Insert
Layer
Layer II
Layouts
Lights
Mapping
Modelling ….. (Extrude_Klik Enter_300Enter
Modify
Modify II
Object Snap
Orbit
Properties
Refedit
Reference
Render
Solid Editing….. (Substract_klik besar_klik kecil)
Standard
Styles
Text
UCS ………….. (3Drotate)
UCS II
View  ………… (Tampak)
Viewports
Visual Styles …(3D Wirefrime & Solid/Realistic)
Walk & Fly
Web










RENDERING DESAIN AUTOCAD 2009
1.      Klik tab Output
2.      Pilih render > Presentation
3.      Klik icon render (Semua perintah render)
4.      Pilih ukuran resolusi (misalnya 800x600)
5.      Lakukan render dengan klik icon render
6.      Simpan hasil render, caranya  :
a.      Pada kotak dialog render > Pilih file > save
b.      Berilah nama file tersebut
c.      Tentukan type filenya, melalui Files Of Type, yaitu jenis file BMP (*.bmp)
d.      Klik tombol save > hingga keluar kotak dialog BMP image Options
Misalnya pilih : 24 bits (16.7 million color) ~ dengan cara klik tombol radio
e.      Klik OK

MENGGANTI BACKGROUND IMAGE :
1.      Klik View_Enter_View manager
2.      Pilih Perfektif 1
3.      General, ubahlah background Override menjadi image
4.      Muncul kotak dialog background
5.      Klik Brouse > select File
6.      Pilih jenis file > Open > kembali ke kotak dialog
Background > OK > Klik OK
7.      Kembali ke kotak dialog View manager > Klik set current
8.      Klik Apply > OK
9.      Untuk melihat hasil > Lakukan render dengan cara  :
Render > Tunggu Proses > Simpan













FINISHING & TEKNIK RENDERING  :
1.       Benda Furniture > Rectangle > Di extrude (untuk alas)
2.       Alas diberi material > Tool Palettes _ All Palettes > Flooring _ Material sample
3.       Pilih jenis material, dengan cara klik pada lambing Finishes.Flooring.bamboo
4.       Klik Object alas meja dengan kursor paintbrush
5.       Akhiri dengan tekan enter
6.       Jika kita pernah mengubah material_ maka keluar  :
Material_Already exists>klik save this materials a copy atau overwrite the material
7.       Ganti material pada meja computer, caranya  :
a.       Klik tab render
b.       Klik lambing panah pada ribbon panel materials utk memunculkan kotak dialog “material”
c.       Material, ganti material caranya sbb :
ü  Pilih jenis material Global
ü  Template > ganti menjadi Paint gloss
ü  Pada bagian color klik (uncheck) by objek _ klik bagian diffuse color_warna yang diinginkan
ü  Select color > pilih warna (color 9) index color > OK
ü  Munculkan lagi materials > klik Apply material to object s > klik semua object meja computer
ü  Tekan Enter untuk mengakgiri
8.       Untuk melihat hasil lebih Realistic ~ Pilih visual styles : Realistic
9.       Ubah sudut pandang (View) menjadi TOP ~ lalu ganti visual styles > 2D Wirefrime
10.   Klik Render
11.   Klik icon Create Light > klik icon Paint
12.   Lighting _ Viewport Lighting mode (on/Off default Lighting)
Pilih : Turn off the default lighting (recommended) ~ utk mematikan default light
13.   Ketik .XY > tekan enter
14.   Tempatkan lampu pada denah~klik di tempat tertentu
15.   Klik ketinggian lampu ~ misalnya 2 > enter
16.   Tekan ENTER
17.   Atur parameter lampu : intensitas, jenis color, Shadows (bayangan), menggunakan Properties
18.   Selesai ~ Ubahlah sudut pandang : SW isometric ~ dengan visual styles : Realistic
19.   Atur Pandangan > Free Orbit ~ Caranya  : drag diantara 4 lingkaran kecil pada garis lingkaran free orbit ~ sesuai keinginan kita
20.   Jika pandangan telah sesuai dengan keinginan ~ Klik kanan > Exit akhiri perintah
21.   Simpan Proyeksi ~ File > SAVE
22.   Lakukan RENDER, Caranya Sbb  :
a.       Klik tab Output
b.       Pilih jenis tampilan render yang paling baik (berkualitas) ~ yaitu Presentation ~ caranya :
Piluih : Ribbon Panel render  > Pilih Presentation
c.       Pilih resolusi / Jml Pixel  : 800 X 600
d.       Lakukan RENDER > Klik Icon RENDER  ( Tunggu proses render selesai)
e.       Simpan hasil render yang telah jadi ~ nama File : File > save (nama File)






MEMBUAT BACKGROUND AUTOCAD 2009
1.      Pastikan kita sudah menyimpan File Gambar 3D, Persfektif 1
2.      Klik View  >  Enter > View manager
3.      General > Pilih Background Override
4.      Pilih solid > sub kotak dialog background
5.      Pada sub kotak dialog Background > klik pada bagian kotak color > select color
6.      Pilih warna yang sesuai ~ Select color
7.      Melalui tab index color ~ pilih 1 warna dengan klik pd warna langsung. Contoh : ketik 250 pd bagian color
8.      Klik OK ~ klik OK
9.      Klik Apply ~ OK untuk mengakhiri background
10. Simpan desain dengan pilih menu : File ~ Save  (Nama file yang jelas)

MENAMBAH PENCAHAYAAN  :
1.      Gunakan Viewport : TOP VIEW
2.      View > Render > Light > new point light
3.      Kotak dialog : Viewport Lighting mode (on/off default lighting) ~ pilih YES (matikan)
4.      Tempatkan lampu pada denah dengan cara klik 1X
5.      Pilih “name” untuk member nama lampu
6.      Ketik : Lampu 1 > Tekan enter
7.      Pilih intensity Factor, untuk mengubah nilai intensitas lampu
8.      Ketik 6 > enter
9.      Tentukan bayangan obyek ~ Pilih Shadow
10. Pilih ‘Bayangan’ ~ misalnya Sharp
11. Enter
12. Pilih Exit
13. Aktifkan sudut pandang Viewport Front view mengubah ketinggian lampu secara vertical ~ dibawah plafond  Sbb : Modify > move > seleksi lampu
14. Simpan desain > Pilih File > Save

POST PHOTO RENDERING  :
1.      Dengan program photoshop > Eksplorasi ‘Digital Imaging’ (kreatif & inovatif)
2.      Pengaturan warna > Levels, color balance, brightness/contrast, auto contrast > efek cahaya > Kotak dialog ‘Lens Flare’ dan lighting effect
Keterangan gambar : Fasilitas Horizontal type Tool






FINISHING DENGAN PHOTOSHOP  :
1.      Sudah tersimpan desain furniture di CAD, dengan file BMP (*.bmp)
2.      Buka program photoshop R4 > Tampilkan Gambar CAD
3.      Lakukan pengaturan warna, dengan cara :  image > adjustments > brightness/contrast
4.      Lakukan pengaturan dengan menggeser slider / mengisikan angfka pada brightness : 5 pada contrast : 50
5.      Klik OK
6.      Amati sebelum & sesudah (koreksi dengan brightness / contrast)
7.      Lakukan pengaturan terhadap gelap/terang warna desain dengan : image > adjustments > levels
8.      Lakukan pengaturan pada kotak dialog levels
9.      Geser slider /isikan angka pada bagian input levels
10. Geser slider /isikan angka pada bagian output levels
11. Klik OK ~ amati sebelum dan sesudah
12. Lakukan pengaturan warna pada masing-masing obyek : image > adjustments > color balance > kotak dialog color balance
13. Geser slider pada bagian color balance / isikan angka pada bagian color levels
14. Klik OK
15. Amati perubahan sebelum & sesudah
16. Berika efek mengkilap pada material kaca menggunakan pasilitas lens flare, caranya  :
·        Filter > Render > Lens Flare
·        Pada kotak dialog Lens Flare ~ Lakukan pengaturan
17. Klik titik sumber pencahayaan, melalui bagian flare center pada kotak dialog ‘Lens Flare’
18. Pada bagian Les type pilih movie prime
19. Geser slider /isikan angka 40 pada bagian brightness
20. Klik OK
21. Ulangi pengaturan pencahayaan > Lens flare


MENYIMPAN DESAIN PADA PHOTOSHOP  :
1.       Pastikan desain tersimpan pada CAD dengan extensi file BMP (*.bmp)
2.       Simpan desain dengan jenis file JPEG agar bias dipublikasi dengan baik dengan ukuran filenya tak terlalu besar ~ Caranya :
·         Pilih file > Save as
·         Ketik desain furniture interior 1 pada bagian file name
·         Pilih JPEG (*.JPG, *JPG, JPE)
·         Klik tombol save
·         Klik OK, pada kotak dialog JPEG options
3.       Sempurnakan desain furniture dengan teks menggunakan horizontal type tool (T) ~ lebih realistis dan menarik
4.       Buat alternative desain furniture, kemudian lakukan pengolahan desain (post photo rendering)